Menggunakan Fasilitas Filter Pada Microsoft Office Excel

Menggunakan Fasilitas Filter Pada Microsoft Office Excel




Pernakah kita mencari kriteria tertentu dalam suatu data/dokumen excel dengan jumlah yang banyak??!!!
Sungguh akan merepotkan dan akan butuh waktu lama untuk mengerjakannya. Microsoft Office Excel dalam hal ini memberikan fasilitas untuk mempercepat kerja kita. Fasilitas itu adalah FILTER, fasilitas yang berfungsi untuk menyaring (men-filter) data atau kriteria tertentu yang kita butuhkan.
Lihat contoh data dibawah ini:
Cara 1 Menggunakan filter pada excelPada data di atas kita akan menyaring data dengan jenis kelamin laki-laki (L) saja. Artinya Jenis Kelamin “L” pada data diatas akan muncul sehingga kita bisa mengetahui siapa saja dan berapa jumlahnya.
Untuk melakukan itu, berikut cara menggunakan fasilitas filter.
  1. Buka dokumen yang akan kita kerjakan/kelola
  2. Letakkan Kursor pada data Jenis Kelamin
  3. Selanjutnya klik tab Menu Data
  4. Pada Group Sort & Filter, klik ikon Filter
  5. Setelah itu klik data Jenis Kelamin, pada tampilan yang muncul beri centang pada bagian L.
Lihat gambar berikut:
Cara 2 Menggunakan filter pada excel      6. Langkah berikutnya klik OK
Lihat hasilnya
Cara 3 Menggunakan filter pada excelKeterangan:
Jika ingin melihat lagi data secara keseluruhan, nonaktfkan filter dengan cara klik ikon filter.
Demikian sajian dari rumus excel tentang penggunaan fasilitas filter, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita, selamat mencoba…trimaksih.

Cara Memindah Sheet ke Dokumen Lain Pada Microsoft Excel

Cara Memindah Sheet ke Dokumen Lain Pada Microsoft Excel



Banyak sekali perintah-perintah dasar yang terdapat pada program Excel yang berfungsi memperlancar kerja kita dalam mengelola data atau dokumen. Jika kita mau meneliti dan mengembangkan pengetahuan itu maka dijamin kita akan lihai dalam mengoperasikan excel.
Dalam mengoperasikan program excel, selain data atau dokumen yang harus kita atur, kita juga bisa mengatur lembar kerjanya (Sheet). Salah satu dari pengaturan Sheet adalah memindah sheet tersebut dari file yang satu ke file yang lain.
Kali ini rumus excel akan memberi tips atau trik untuk melakukan perpinddahan sheet dari file yang satu ke file yang lain.
Bagaimana cara pengoperasiaannya??. Berikut langkah yang perlu kita lakukan.
>> Buka dokumen/file excel yang sheet-nya akan kita pindah
Contoh: Dokumen 1, dimana sheet Daftar Penjualan akan kita pindah ke file lain.
Dokumen 1 cara Memindah Sheet ke file lain>> Buka Dokumen/file tempat untuk memindah sheet tersebut.
Contoh: Dokumen 2, tempat dimana kita akan memindah Daftar Penjualan yang ada di dokumen 1
Dokumen 2 cara Memindah Sheet ke file lain>> Klik Kanan Pada Sheet yang ada di dokumen 1.
>> Klik Move or Copy..
>> Pada dialog Move or Copy yang muncul, klik tanda panah pada To Book
>>> Akan di tampilkan (New book) buku baru/dokumen baru
>>> Dokumen tempat sheet yang mau dipindah ( Link Data dengan Rumus)
>>> Dokumen 2, tempat sheet dipindahkan (Data Menambah Kata Unit)
>> Pilih dan klik dokumen yang dimaksud kemudian OK
Lihat sebagaimana gambar berikut.
gambar cara memindah sheet ke file lainCatatan
Jika Anda memberi tanda centang pada Create a Copy berarti membuat salinan, artinya sheet yang anda pindah tetap ada salinan di dokumen 1.
Jika anda tidak memberi tanda centang pada perintah itu, berarti sheet yang anda pindah tidak ada salinan pada dokumen 1.

Untuk hasil pengoperasiaannya, silahkan anda praktekkan dan anda lihat sendiri, coba praktek berulang kali agar lebih lancar dan memahami perintah tersebut
Semoga trik ini bermanfaat dan membantu anda.
Akhirnya selamat mencoba, terimakasih & mohon maaf.

Menampilkan Simbol Rp (Rupiah) dengan Fasilitas Macro pada Excel 2007

Menampilkan Simbol Rp (Rupiah) dengan Fasilitas Macro pada Excel 2007



Makro adalah fasilitas di dalam Microsoft Office Excel yang bertujuan menyimpan perintah yang di anggap sering digunakan secara berulang-ulang. Failitas tersebut akan mempermudah kita dalam menjalankan perintah tertentu, sehingga hanya dengan menyebutkan makronya saja kita bisa mengeksekusi perintah yang dimaksud.
Dengan fasilitas ini kita bisa mendefinisikan sebuah fungsi yang kita kehendaki, apabila fungsi-fungsi standard yang disediakan dianggap tidak memadai perintah-perintah yang kita maksud.
Kali ini penulis ingin memberikan satu contoh penggunaan macro yaitu Menampilkan Simbol Rp (Rupiah) dengan eksekusi perintah yang sudah kita tentukan.
Langkah-Langkah Membuat Makro
Pertama, Buka Program Microsoft Office Excel 2007
Kedua, Klik Tab Menu Developer
Ketiga, Klik Record Macro Pada Kelompok Code. Selanjutnya akan ditampilkan dialog sebagai berikut:
Cara Membuat Macro di excelKeterangan Pada Kotak dialog yang tampil
>> Tentukan Macro name (Tulis tanpa spasi “RupiahTebal”)
>> Tentukan Shortcut Key (masukkan salah satu tombol keyboard, misal “a”)
>> Tentukan Store Macro in, yaitu This Woorkbook
>> Pada Description silahkan tulis Macro recorded 17/07/2014 by administrator atau sesuai tanggal yang anda buat.
>> Setelah itu Klik OK
Keempat, Lakukan proses yang ingin anda rekam dalam sebuah makro (Kita bisa melakukan beberapa proses untuk direkam dalam makro).
Proses 1, pilih dan tentukan mata uang Rp (Rupiah)  yang ada pada kelompok Number menu Home. Lihat pengaturan berikut:
Cara membuat rekam macroSetelah di atur semua (sesuai dengan gambar) klik OK
Proses 2. Klik ikon Bold pada kelompok Font menu Home == untuk membuat efek tebal pada huruf
Kelima, kembali pada menu Developer, klik Stop Recording pada group Code.
Pembuatan makro sudah selesai, untuk mengoperasikannya ikuti langkah berikut.
== Siapkan data pada lembar kerja anda
Contoh:
Contoh data sebelum operasi macro== Blok Data tersebut kemudian tekan Ctrl + a (tombol yang sudah anda pilih saat mendefinisikan perintah macro)
Lihat Hasilnya
contoh data hasil operasi macroBagaimana??? Apakah Anda tertarik!…
Dengan pengaturan Makro di atas kita tidak perlu lagi membuka dialog number untuk penambahan simbol Rp. (selama kita bekerja pada Workbook ini) Tinggal Ctrl + a beres dech…
Jika anda penasaran silahkan anda praktekkan. Demikian semoga manfaat, atas partisipasinya terimakasih…..

Penggunaan Fungsi Rumus IF dalam Microsoft Excel

Penggunaan Fungsi Rumus IF dalam Microsoft Excel


Rumus IF merupakan salah satu fungsi paling umum yang digunakan dalam Microsoft Excel. Fungsi IF atau yang juga bisa diartikan “jika”, digunakan untuk mengecek suatu kondisi. Apabila kondisi terpenuhi maka fungsi akan mengambil suatu nilai, dan sebaliknya apabila kondisi tersebut tidak terpenuhi maka akan diambil nilai yang lain. dengan kata lain, fungsi IF disebut fungsi syarat. Jika suatu nilai mempunyai syarat dan dapat bernilai benar apabila syarat terpenuhi serta bernilai salah jika syarat tidak terpenuhi.
Sintaks Dasar Fungsi Rumus IF
IF(logical_test_value,value_if_true,value_if_false)
Keterangan:
  • logical_test_value : kondisi logika atau syarat yang akan mengembalikan nilai benar atau salah.
Misalnya: A2>B2, A2<=B2, dll.
  • value_if_true : nilai yang diberikan apabila kondisi di atas benar
  • value_if_false : nilai yang diberikan apabila kondisi di atas salah
Ada beberapa jenis penerapan fungsi IF pada Microsoft Office Excel, di antaranya:
  • Fungsi IF dengan satu test logika atau IF tunggal, digunakan apabila hanya ada satu syarat yang dipakai untuk memperoleh nilai yang benar. Bentuk penulisannya sederhana yaitu:
=IF(syarat,”nilai_benar”,”nilai_salah”)
  • Fungsi IF dengan dua test logika, digunakan apabila ada dua syarat yang dipakai untuk memperoleh nilai yang benar. IF seperti ini biasanya dikembangkan dengan salah satu fungsi AND atau OR.
-        Fungsi AND digunakan apabila kedua syarat merupakan kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan nilai yang benar. Bentuk penulisannya:
=IF(AND(syarat1,syarat2),”nilai_benar”,”nilai_salah”)
-        Fungsi OR digunakan apabila salah satu syarat adalah merupakan kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan nilai yang benar. Bentuk penulisannya:
=IF(OR(syarat1,syarat2),”nilai_benar”,”nilai_salah”)
  • Fungsi IF bercabang, digunakan apabila terdapat banyak tingkat pengujian test atau syarat. Bentuk penulisannya:
=IF(syarat,”nilai_benar”,IF(syarat,”nilai_benar”,IF(syarat,”nilai_benar”,…)))
Langkah-langkah penulisan fungsi IF:
  • Klik pada sel yang akan diisi
  • Awali penulisan rumus dengan tanda sama dengan (=)
  • Ketik kata IF
  • Lanjutkan dengan tanda kurung
  • Masukkan logical test atau syarat yang dapat berupa nilai suatu cell atau bisa berupa formula
  • Beri tanda koma (,) atau titik koma (;) untuk memisahkan antara logical_test, value_if_true dan value_if_false
  • Masukkan value_if_true yang artinya apabila logical_test benar maka teks ini yang akan dihasilkan
  • Masukkan value_if_false yang artinya apabila logical_test salah maka teks ini yang akan dihasilkan
  • Beri tanda petik(“ “) pada statement yang berupa kalimat
  • Jangan lupa untuk mengakhiri rumus dengan tanda tutup
  • Tekan enter dan copy formula-nya ke sel di bawahnya
Tips Menggunakan Fungsi IF dalam Excel
  • Jumlah fungsi IF yang diperbolehkan untuk dipakai dalam sebuah formula yang menggunakan IF bersarang () adalah maksimal 64.
  • Untuk mendapatkan nilai dari hasil perbandingan, alternatif selain menggunakan fungsi IF() yang begitu banyak adalah menggunakan fungsi lainnya seperti fungsi VLOOKUP, HLOOKUP, LOOKUP atau CHOOSE.
  • Untuk mendapatkan hasil dengan berdasarkan data teks atau bilangan tertentu maka pertimbangkan untuk menggunakan fungsi-fungsi pendukung lainnya seperti COUNTIF, COUNTIFS, SUMIF and SUMIFS.
Ada banyak fungsi yang digunakan dalam Microsoft Excel sebagai penunjang sistem pendataan dan pembukuan organisasi. Salah satu yang paling umum adalah rumus IF yang merupakan fungsi logika dimana suatu nilai mempunyai syarat dan dapat bernilai benar apabila syarat tersebut terpenuhi, sebaliknya akan bernilai salah apabila syaratnya tidak terpenuhi.
Contoh Penggunaan Rumus IF
IF Tunggal
Misalnya dalam kasus penentuan apakah seorang siswa lulus ujian TIK atau tidak. Syarat kelulusan yaitu nilai kurang dari 75 maka harus remidi dan apabila mendapatkan nilai mulai dari 75 ke atas maka lulus.
contoh penggunaan rumus if tunggal excel
Sesuai dengan syarat yang digunakan, maka rumusnya
=IF(B3<75,”REMIDI”,”LULUS”)
Dan hasilnya
perhitungan hasil rumus if tunggal
IF Majemuk
Syarat atau kondisi pada rumus ini adalah lebih dari dua, dimana hasil pertama, kedua, ketiga dan seterusnya akan sesuai dengan syarat tersebut, sedangkan syarat terakhir tidak sesuai dengan syaratnya.
Rumus: =IF(KONDISI,”NILAI BENAR1”, IF(KONDISI2,”NILAI BENAR2”,”NILAI SALAH”)
Dari contoh kasus di atas, disyaratkan apabila :
  • nilai <50, maka Gagal
  • nilai 50 sampai <75, maka Remidi
  • nilai >=75, maka Lulus
sehingga rumusnya menjadi
=IF(B3<50;”GAGAL”;IF(B3>=75;”REMIDI”;”LULUS”))
dan hasilnya
hasil perhitungan rumus if majmuk/ganda

Dokter ANK


Tips mengatasi susah tidur malam hari


tips mengatasi susah tidur malam hari

Kadang terdengar aneh jika ada orang susah tidur malam hari. Karena kebanyakan orang justru melawan kantuk di malam hari padahal masih harus melakukan hal yang penting.

Susah tidur malam hari atau biasa disebut dengan insomnia memang salah satu bentuk kelainan pola tidur yang bisa saja disebabkan oleh banyak hal, fisik maupun pskikologis. Pada taraf wajar hal ini masih bisa ditoleransi. Akan tetapi jika setiap malam selalu mengalami gangguan tidur maka ada baiknya segera melakukan konsultasi pada dokter.

Mengatasi susah tidur malam hari

Sebagaimana dengan aktivitas makan dan minum, tidur malam juga menjadi sebuah kebutuhan utama yang harus dipenuhi oleh seseorang dengan kuantitas dan kualitas yang optimal.

Insomnia atau susah tidur memang bukan sebuah penyakit, namun bisa saja hal itu menjadi sebuah pertanda atau gejala akan sebuah masalah yang sedang dihadapi oleh tubuh baik itu organ dalam maupun gangguan psikologis.

Penyebab susah tidur malam

Terdapat banyak sekali faktor penyebab susah tidur malam, akan tetapi secara garis besar dapat digariskan sebagaimana berikut :

1. Tekanan psikologis (depresi/stress/pikiran kacau/takut berlebihan)

2. Mengkonsumsi alkohol/narkoba

3. Efek samping obat

4. Penurunan fungsi Ginjal

5. Penyakit pada Otak (Alzheimer, Stroke, dll.)

Masih banyak lagi sub-faktor yang dapat menyebabkan susah tidur malam hari. Namun pada intinya setidaknya masih terelasikan dengan beberapa item yang disebut diatas.

Bagaimana mengatasi susah tidur malam ?

Beberapa tips berikut ini bisa dicoba jika berbagai cara pernah anda terapkan namun masih mendapatkan hasil yang kurang memuaskan untuk mendapatkann tidur malam yang berkualitas. Antara lain :

  • Menghindari konsumsi minuman yang bersifat Diuretik pada waktu-waktu menjelang tidur malam. Seperti, Kopi, teh, dll.

  • Menghindari berbagai makanan yang dapat memicu meningkatnya kadar gula darah seperti es krim, makanan kadar lemak tinggi, daging merah (sapi), dll. pada malam hari.

  • Mengkonsumsi air putih cukup dalam sehari agar fungsi ginjal dapat bekerja secara optimal.

  • Hindari kebiasaan untuk mengkonsumsi Alkohol, Narkoba dan sejenisnya.

  • Kurangi konsumsi makanan dengan penyedap dan pengawet buatan.

  • Kurangi ketergantungan pada obat-obatan kimia. Segera beralih ke minuman herbal yang lebih alami, aman untuk dikonsumsi dan tidak memiliki efek samping.

  • Hentikan pemakaian/konsumsi suplemen vitamin E dosis tinggi secara berlebihan. Pemakaian vit.E instan (buatan) secara berlebiha justru akan mengganggu kinerja metabolisme tubuh.

  • Tenangkan pikiran, biarkan otak mengalami relaksasi dengan berdo’a, sholat, mengaji, senam pernapasan ringan atau yoga.
    cara mengatasi susah tidur

    mengatasi susah tidur dengan pendekatan spiritual


  • Mendengarkan lagu-lagu instrumentalia yang dapat menenangkan pikiran dan mengurangi ketegangan setelah seharian melakukan aktivitas kerja atau olah fisik lainnya.

Beberapa tips diatas bisa dicoba satu persatu atau kesemuanya, pada dasarnya harus dipahami bahwa seringkali permasalahan susah tidur disebabkan oleh pikiran yang cenderung gelisah. Jadi, untuk mengatasinya pikiran harus lebih tenang dan terkondisikan agar tidur lebih berkualitas.

Belajar SPSS

Cara Menggunakan SPSS Lengkap Dengan Gambar Panduan

 
http://infobelajar25.blogspot.com/
SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya. Beberapa aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan pointing dan clicking mouse. 
SPSS banyak digunakan dalam berbagai riset pemasaran, pengendalian dan perbaikan mutu (quality improvement), serta riset-riset sains. SPSS pertama kali muncul dengan versi PC (bisa dipakai untuk komputer desktop) dengan nama SPSS/PC+ (versi DOS). Tetapi, dengan mulai populernya system operasi windows. SPSS mulai mengeluarkan versi windows (mulai dari versi 6.0 sampai versi terbaru sekarang).
Pada awalnya SPSS dibuat untuk keperluan pengolahan data statistik untuk ilmu-ilmu social, sehingga kepanjangan SPSS itu sendiri adalah Statistikal Package for the Social Sciens. Sekarang kemampuan SPSS diperluas untuk melayani berbagai jenis pengguna (user), seperti untuk proses produksi di pabrik, riset ilmu sains dan lainnya. Dengan demikian, sekarang kepanjangan dari SPSS Statistikal Product and Service Solutions.
SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung ke dalam SPSS Data Editor. Bagaimanapun struktur dari file data mentahnya, maka data dalam Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables). Case berisi informasi untuk satu unit analisis, sedangkan variable adalah informasi yang dikumpulkan dari masing-masing kasus.
Hasil-hasil analisis muncul dalam SPSS Output Navigator. Kebanyakan prosedur Base System menghasilkan pivot tables, dimana kita bisa memperbaiki tampilan dari keluaran yang diberikan oleh SPSS. Untuk memperbaiki output, maka kita dapat mmperbaiki output sesuai dengan kebutuhan. Beberapa kemudahan yang lain yang dimiliki SPSS dalam pengoperasiannya adalah karena SPSS menyediakan beberapa fasilitas seperti berikut ini: 
Data Editor. Merupakan jendela untuk pengolahan data. Data editor dirancang sedemikian rupa seperti pada aplikasi-aplikasi spreadsheet untuk mendefinisikan, memasukkan, mengedit, dan menampilkan data. 
Viewer. Viewer mempermudah pemakai untuk melihat hasil pemrosesan, menunjukkan atau menghilangkan bagian-bagian tertentu dari output, serta memudahkan distribusi hasil pengolahan dari SPSS ke aplikasi-aplikasi yang lain. 
Multidimensional Pivot Tables. Hasil pengolahan data akan ditunjukkan dengan multidimensional pivot tables. Pemakai dapat melakukan eksplorasi terhdap tabel dengan pengaturan baris, kolom, serta layer. Pemakai juga dapat dengan mudah melakukan pengaturan kelompok data dengan melakukan splitting tabel sehingga hanya satu group tertentu saja yang ditampilkan pada satu waktu. 
High-Resolution Graphics. Dengan kemampuan grafikal beresolusi tinggi, baik untuk menampilkan pie charts, bar charts, histogram, scatterplots, 3-D graphics, dan yang lainnya, akan membuat SPSS tidak hanya mudah dioperasikan tetapi juga membuat pemakai merasa nyaman dalam pekerjaannya. 
Database Access. Pemakai program ini dapat memperoleh kembali informasi dari sebuah database dengan menggunakan Database Wizard yang disediakannya. 
Data Transformations. Transformasi data akan membantu pemakai memperoleh data yang siap untuk dianalisis. Pemakai dapat dengan mudah melakukan subset data, mengkombinasikan kategori, add, aggregat, merge, split, dan beberapa perintah transpose files, serta yang lainnya. 
Electronic Distribution. Pengguna dapat mengirimkan laporan secara elektronik menggunakan sebuah tombol pengiriman data (e-mail) atau melakukan export tabel dan grafik ke mode HTML sehingga mendukung distribusi melalui internet dan intranet. 
Online Help. SPSS menyediakan fasilitas online help yang akan selalu siap membantu pemakai dalam melakukan pekerjaannya. Bantuan yang diberikan dapat berupa petunjuk pengoperasian secara detail, kemudahan pencarian prosedur yang diinginkan sampai pada contoh-contoh kasus dalam pengoperasian program ini. 
Akses Data Tanpa Tempat Penyimpanan Sementara. Analisis file-file data yang sangat besar disimpan tanpa membutuhkan tempat penyimpanan sementara. Hal ini berbeda dengan SPSS sebelum versi 11.5 dimana file data yang sangat besar dibuat temporary filenya.
Interface dengan Database Relasional. Fasilitas ini akan menambah efisiensi dan memudahkan pekerjaan untuk mengekstrak data dan menganalisnya dari database relasional. 
Analisis Distribusi. Fasilitas ini diperoleh pada pemakaian SPSS for Server atau untuk aplikasi multiuser. Kegunaan dari analisis ini adalah apabila peneliti akan menganalisis file-file data yang sangat besar dapat langsung me-remote dari server dan memprosesnya sekaligus tanpa harus memindahkan ke komputer user. 
Multiple Sesi. SPSS memberikan kemampuan untuk melakukan analisis lebih dari satu file data pada waktu yang bersamaan. 
Mapping. Visualisasi data dapat dibuat dengan berbagai macam tipe baik secara konvensional atau interaktif, misalnya dengan menggunakan tipe bar, pie atau jangkauan nilai, simbol gradual, dan chart.
SPSS ini sendiri memiliki dua view yaitu: data view yaitu memasukan data yang di analisis dan variabel view di berikan nama variabel dan pemberian koding
buka program spss dan lakukan selanjutnya klik toolbar analyze > lalu pilih descriptiv statistic > pilih explore maka akan munul gambar seperti ini
langkah selanjutnya adalah kita bisa menguji normalitas dari data yang kita masukan dengan langkah langkah berikut ini
1. Masukan variabel yang akan diuji normalitasnya ke kotak dependent list
2. Klik plots
3. Aktifkan normality with plots with test. Klik continue kemudian ok 
Selanjutnya klik toolbar analyze > lalu pilih correlate > pilih bivariate 
Selanjutnya Blok kedua variabel,Klik tombol, Aktifkan box pearson lalu kilk Ok
Maka akan menampilkan layar seperti ini lohh
SPSS REGRESI
•Analisis regresi adalah analisis lanjutan dari korelasi
•Menguji sejauh mana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen setelah diketahui ada hubungan antara variabel tersebut
•Data harus interval/rasio
•Data Berdistribusi normal
klik toolbar analyze > pilih Regression > pilih Linear 
Untuk mencari nilai regresi linear
Cara –caranya adalah :
1. Variabel pendapatan nasional masukan dalam kotak dependen
2. Variabel nilai ekspor masukan dalam kotak independent
3. Abaikan yang lain lalu klik ok ,maka akan berbentuk seperti di bawah ini
hasil nya adalah 

Tips memilih rc helicopter

Memilih rc helicopter kadang membingungkan, apalagi memilih heli pertama, berikut sedikit masukan untuk dasar pertimbangan memilih heli

mini atau medium atau big size?
pilahan yang tergantung besar uang yang akan dikeluarkan dan kesediaan tempat menerbangkan heli, heli big/jumbo sudah pasti lebih mahal dari heli mini, dan juga heli big memerlukan tempat bermain lebih luas dari pada heli mini. Untuk heli pertama sangat disarankan memilih ukuran mini atau medium, karena dana yang dikeluarkan tidak terlalu besar baik untuk membeli heli maupun spare parts, dan juga tidak perlu bingung mencari tempat bermain, bahkan heli mini nyaman dimainkan di dalam kamar, setelah mahir dan memiliki tempat yang lebih luas barulah beralih ke ukuran jumbo.



2 ch atau 3 ch atau 4 ch atau 6 ch ?
Untuk penjelasan mengenai channel bisa di lihat di Penjelasan jumlah channel pada RC Helicopter.
Untuk heli pertama, Anda bisa memulai dengan 3 ch, variasi gerakan nya cukup baik untuk latihan awal dan harganya cukup terjangkau. setelah mahir memainkan 3 ch barulah beralih ke 4 ch dan kemudian 6 ch. Perlu diketahui juga, makin banyak jumlah channel, harganya makin mahal.
Sering juga dijumpai 3.5 ch atau 5 ch, ini hanya fungsi tambahan saja pada 3 ch atau 4 ch, biasanya fungsi on/off lampu atau dual speed

Gyroscope atau non gyroscope?
Pada saat ini sebagian besar heli telah dilengkapi dengan gyroscope system sehingga lebih mudah dalam mengendalikan heli. Gyroscope merupakan komponen rc helicopter yang bertugas mengoreksi kestabilan heli. Jika memilih heli pertama, sangat disarankan yang telah memiliki gyroscope.